Senin, 28 Maret 2011

4 Tanda Pria Siap Menikah dan Tidak Siap Menikah

 
Pria dan pernikahan
 
Pernahkah Anda merasa begitu sulit menyatukan dua hal ini ?
Jika saat ini Anda tengah berusaha agar kekasih Anda bersedia berkomitmen, ada kabar baik dan kabar buruk yang perlu diketahui. Kabar baiknya, Anda bisa berhenti bersikap manis agar ia segera melamar.

Sedang kabar buruknya adalah tak ada yang bisa kita lakukan untuk mempercepat prosesnya. Pria memiliki jam biologis sendiri, ketika mereka sudah siap, tanpa diminta mereka akan berlutut melamar Anda. Jadi sambil menunggu, Anda bisa meyakinkan dirinya bahwa Anda adalah orang yang paling tepat untuk dijadikan pasangan hidup. Atau kalau mau, Anda juga bisa mencari orang yang tidak perlu diyakinkan.

Carie dkk di serial Sex and the City pernah membuat persamaan antara pria yang siap menikah dengan taksi. Pada satu titik dalam hidupnya, pria akan siap untuk mengikatkan diri dalam sebuah komitmen. Ketika lampu "available" menyala, maka wanita yang menjadi kekasihnya bisa masuk dan melaju dalam pernikahan.

Lalu bagaimana kita tahu bedanya pria yang "lampunya menyala" dengan yang sedang menyetir dalam gelap ?

1. Hari bersenang-senang telah berakhir.
 
Menurut John Malloy, penulis buku Why Men Marry Some Woman and Not Others, yang didasarkan pada survey yang dilakukannya pada 2500 pria, saat seorang pria siap menikah, kehidupan lajang sudah tidak lagi menarik untuknya.
Malloy mewawancara pria berusia 17-70 tahun yang sedang berencana menikah; mereka mengaku mulai kehilangan minat mengunjungi klub, cafe atau bar yang selama ini menjadi tempat favoritnya.

2. Mandiri secara finansial
 
Meski pria juga memiliki jam biologis tetapi waktunya tidak sama dengan yang terjadi pada wanita. Kebanyakan pria lebih fokus untuk sampai pada kondisi mapan secara finansial sebelum berkeluarga. Jika ia masih berjuang atau kewalahan memenuhi kebutuhan pribadinya, ia tidak akan mau menambah bebannya dengan kehadiran seorang istri. Bila Anda berharap segera menikah, yang Anda butuhkan adalah pria dewasa ; seseorang yang bisa diandalkan, yang mampu menghidupi dirinya tanpa bantuan keluarga. Meski si dia tidak kunjung melamar, paling tidak ia mau diajak bicara tentang komitmen atau konsep hidup berkeluarga.

3. Ingin menjadi Ayah

Perhatikan sikapnya,bisa jadi ia memandang anak-anak dengan tatapan rindu dan mulai sering berkata kalau suatu hari nanti Anda pasti memiliki anak yang cantik. Jika pasangan Anda bukan pria yang suka berterus terang, coba simak apa kata John Malloy, "kebanyakan pria ingin punya anak pada usia muda agar ia bisa mengajarkan anak-anaknya memancing, bermain bola dan aktivitas laki-laki lainnya".
Dari survey yang dilakukan Malloy, ditemukan fakta bahwa usia bisa menjadi salah satu faktor bagi pria untuk segera menikah. Pria berpendidikan tinggi, biasanya tidak melihat pernikahan sebagai sesuatu yang serius sampai mereka berusia 26 tahun. Dan mereka akan masuk pada tahap membutuhkan komitmen di usia 28 sampai 33 tahun. Pria dengan jenjang pendidikan yang memakan waktu lama seperti dokter atau pengacara, berada di puncak kebutuhan pada usia 30 - 36 tahun. Tetapi masih menurut Malloy, ketika pria masih melajang di usia 37, kemungkinan ia akan menikah menjadi kecil. Dan setelah berusia 43, mungkin ia akan memutuskan untuk melajang selamanya.

4. Status pacar tetapi bersikap seperti suami
 
Ketika seorang pria sudah siap menjadi suami, ia akan bertingkah layaknya seorang suami. Misalnya ia membuat rencana masa depan, memperkenalkan Anda kepada teman-teman dan keluarganya, tidak hanya menelepon setiap hari tetapi juga bercerita aktivitasnya hari ini secara detail dan ingin mendengar hal yang sama dari Anda. Singkatnya, ia bersikap jujur dan terbuka.

Bila Anda tidak yakin dengan perhatian pasangan Anda, perhatikan tingkah lakunya, dan yang terpenting pandangannya terhadap masa depan. Jika ia berjanji menikahi Anda tetapi tidak menyebutkan waktu, atau ia sering menghindar bilamana Anda mulai menyinggung topik masa depan, tampaknya kemungkinan Anda untuk naik pelaminan bersamanya sangat kecil. Tetapi jangan cuma mengira itu karena ia belum siap. Berterus teranglah kepadanya dan sampaikan perasaan Anda, sehingga Anda bisa tahu dimana posisi Anda dalam hidupnya. Jika ia tidak siap, maka tidak ada yang bisa mengubahnya. Untuk kasus seperti ini, ada baiknya Anda berpikir ulang. Apakah Anda masih ingin menunggunya ?

Ia tidak siap menikah bila :

1. Sering mengatakan tidak ingin diikat dalam tali perkimpoian
Daripada membuang waktu untuk mengubah pikirannya, percaya padanya dan segera angkat kaki.

2. Membeli mobil baru
Atau barang-barang mewah lainnya yang tidak mencerminkan kebutuhan masa depan. Jika ia tidak dewasa dan tidak bertanggung jawab dalam mengatur keuangannya, maka pola pikirnya masih ’saya’, bukan ’kita’.

3. Menyebut temannya yang sudah menikah "pecundang"
Jika ia ingin memiliki pasangan hidup, ia akan melihat pria dan wanita yang membangun masa depan bersama sebagai suatu hal yang indah, bukan sebaliknya.

4. Sering membuat Anda menangis
 
Dan itu bukan air mata bahagia. Jika ia tidak dapat dipercaya, sering berdusta, punya banyak Teman Tapi Mesra, lebih baik ’bercerai’ sekarang daripada di pengadilan.

Minggu, 27 Maret 2011

kebiasaan buruk orang tua

Kebiasaan buruk orang tua terhadap anaknya




Hanya sekedar share aja,,,melewatkan artikel ini sungguh sangat disayangkan..

Saya sangat sering mendapatkan pertanyaan dari para ibu, perihal perkembangan anak anak mereka, biasa yang mereka keluhkan adalah, dok…kenapa anak saya jadi sering melawan, dok…kenapa anak saya susah diatur dan masih banyak lagi pertanyaan pertanyaan yang diajukan kepada saya.
Pada kesempatan kali ini saya akan mencoba mengupas hal hal yang berhubungan dengan pendidikan anak-anak kita dirumah, yang pada umumnya kita sendiri yang membuat perkembangan anak kita menjadi seorang anak yang kelakuan dan sifatnya jauh berbeda dari apa yang kita harapkan selaku orang tua.
Ada banyak hal yang sering para orang tua lakukan atau kebiasaan kebiasaan yang sering tidak disadari, tapi sangat berpengaruh pada pertumbuhan mental si Anak.
Saya akan mengelompokkan kebiasaan kebiasaan itu dalam beberapa kelompok yaitu :
1. Kita selalu membiasakan Anak Menjadi figure yang tak pernah salah!
Dapat saya contohkan kebiasaan para orang tua, bila anak kita sedang berjalan tiba tiba ia menabrak meja dan akibatnya terjatuh dan menangis, maka kita selaku orang tua sering melakukan sesuatu hal yang tujuannya agar tangisan anak segera berhenti, dengan memukul dan memarahi meja yang ditabrak si anak, sambil berkata, “Siapa yang nakal nak?, ini ya meja, ini ibu sudah pukul mejanya, cup…cup… diam ya”, dan biasanya si anak akan segera diam dari tangisnya.
Analisanya : Para orang tua sudah membiasakan si anak menjadi figure yang tak pernah salah, dan ini akan menciptakan pemikiran yang terekam didalam benak si anak dan terus terbawa hingga ia dewasa, akibatnya bila setiap ia mengalami sesuatu peristiwa dan terjadi sesuatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain atau pihak lain dan dirinya selalu benar.
Kadang kita selaku orang tua baru menyadari akan hal tersebut, bila si anak mulai melawan kepada kita, karena sejak kecil tanpa disadari kita telah mengajarinya untuk tidak pernah merasa bersalah.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak baru belajar berjalan dan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis ?
Sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah si anak untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi, katakana kepadanya ( sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit ), “Sayang, kamu terbentur meja ya, sakit ya ? lain kali hati hati ya sayang, jalannya pelan pelan saja dulu, supaya tidak menabrak meja lagi”.
2. Kita sering melakukan kebohongan kecil
Pada awalnya anak anak kita selalu mendengarkan apa apa yang dikatakan oleh orang tuanya. Mengapa ?, karena mereka sepenuhnya percaya pada orang tuanya.
Namun, ketika anak kita beranjak besar, ia mulai tidak menuruti perkataan orang tuanya atau permintaan orang tuanya. Apa yang terjadi ?, Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi kepada perkataan atau ucapan ucapan kita ?
Tanpa disadari, kita selaku orang tua sering melakukan kebohongan kebohongan kecil setiap harinya. Salah satu contoh, saat seorang ayah ingin berangkat ke kantor dan si anak menangis ingin ikut, maka si ayah berkata,” Sayang, ayah hanya pergi kedepan saja ya, sebentaaaar ya, sayang…, adik sama ibu dulu dirumah”. Tapi kenyataannya sang ayah pulangnya hingga malam.
Analisanya : Dari contoh diatas, jika kita berbohong ringan atau sering disebut ‘bohong kecil’, tapi dampaknya ternyata sangat besar pada pertumbuhan mental si anak, maka si anak akan tidak percaya lagi kepada kita sebagai orang tuanya, si anak tidak bisa membedakan pernyataan kita bisa dipercaya atau tidak, akibat lanjutnya si anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya adalah bohong, dan sejak saat itu si anak akan menetapkan bahwa peryataan orang tuanya itu selalu bohong, dan si anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Berkatalah dengan jujur kepada si anak, ungkapkan dengan penuh kasih sayang dan memberikan sebuah pengertian : “Sayang, ayah akan pergi ke kantor dulu ya, adik tidak bisa ikut, tapi kalau ayah pergi ke taman, adik boleh ikut”.
Kita tidak perlu merasa kuatir dan menjadi terburu buru dengan keadaan ini, pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberikan pengertian kepada si anak, karena biasanya si anak akan menangis. Si anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa sang ayah harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus perlu sabar dan lakukan pengertian kepada si anak secara terus menerus, perlahan si anak akan memahami mengapa sang ayah selalu pergi di pagi hari. Sebaliknya bila sang ayah pergi ke tempat lain selain ke kantor, maka si anak pasti dibawa, dengan melakukan kejujuran ini dalam setiap perkataan kita, maka si anak akan mampu memahami apa yang kita katakan dan akan menuruti dengan apa yang kita katakan.
3. Kita selalu sering mengancam
Tanpa kita sadari kita sering melakukan sebuah ancaman ancaman kecil pada si anak, sebagai contoh, “Adik jangan nakal ya…, kalau adik nakal ibu tidak akan mebawa adik pergi tamasya, adik dirumah saja dengan bibi !”.
Analisanya : Seorang anak adalah mahluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola pengasuhan orang tuanya, ia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat menganalisa dan malah bisa membelokkan atau mengendalikan pola asuhan orang tuanya, Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman ancaman dengan kata kata, namun setelah itu tidak ada tindak lanjutnya atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman tersebut yang pernah kita ucapkan.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Ancaman tidak menyelesaikan masalah nakalnya anak kita, sebaiknya kita memberikan nasehat yang mudah diterima oleh pikiran mereka, seperti contoh,”Adik, jangan nakal ya sayang, kalau adik nakal adik jadi tidak ganteng lagi, dan nanti adik jadi tidak punya teman, mau nggak adik kalau bermain tidak punya teman, kan tidak enak kalau adik bermain sendirian”. 

4. Ayah dan Ibu tidak kompak
Mendidik bukan hanya tugas seorang ibu saja, atau ayah saja, namun keduanya. Anak tidak akan pernah menjadi lebih baik, ketika orang tua tidak kompak dan tidak memiliki kata sepakat dalam mendidik anak anaknya.
Anak anak umumnya belum dapat memahami nilai nilai benar dan salah, mereka akan cepat menangkap rasa yang menyenangkan dan rasa tidak menyenangkan bagi dirinya.
Sebagai contoh, bila si anak disuruh tidur karena sudah waktunya tidur malam oleh ibunya, tapi tiba tiba ayahnya membela, sini nak kita nonton tivi sama ayah, besokkan hari minggu, jadi adik boleh nonton tivi sampai puas. Jika hal ini terjadi si anak akan memilih hal hal yang lebih menyenagkan dirinya, yaitu menonton tivi bersama ayahnya, apa akibatnya ?, si anak akan menilai bahwa ibunya jahat dan menilai ayahnya baik, dan akibat fatalnya, setiap si ibu memberikan perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung dibalik pembelaan ayahnya. Perlahan tapi pasti si anak akan terus melawan pada ibunya. Demikian juga sebaliknya.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Kita selaku orang tua harus selalu kompak, jangan pernah ada dualisme dalam mendidik anak atau melakukan standar ganda. Dihadapan si anak kita jangan pernah berbeda pendapat untuk hal hal yang berhubungan langsung dengan pola mendidik anak, Ingat pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus selalu mendukungnya. Apabila ada pandangan yang berbeda dalam mendidik anak, bicarakan hal ini secara pribadi dengan pasangan kita.
Seharusnya yang kita lakukan adalah, saat pasangan kita menyuruh si anak tidur karena waktunya sudah malam, maka kita ikut mendukungnya dengan berkata,” iya… adik sekarang tidur dulu ya, sekarang sudah larut malam, supaya besok bangunnya tidak kesiangan, dan nonton tivinya bisa dilanjutkan esok hari”.
5. Menakut-nakuti si anak
Kebiasaan yang sering dilakukan para orang tua, bila si anak menagis dan berusaha untuk menenangkannya adalah menakut-nakuti, Seperti contoh, “Eh kalau adik menagis terus, nanti disuntik lho sama dokter !”. Atau contoh lain,”Awas ada pak polisi, kalau adik menangis terus nanti ditangkap oleh pak polisi!”.
Analisanya : Kebiasaan menakut-nakuti ini hampir mirip dengan kebiasaan mengancam, memang anak akan cenderung berhenti menangis dan menuruti keinginan kita, namun dengan pernyataan menakut-nakuti dan ancaman seperti itu, sebenarnya kita menanamkan rasa tidak suka atau benci pada pihak yang kita sebutkan, juga kita sebenarnya telah merendahkan diri kita, bahwa kita tidak punya kuasa apa apa untuk melarangnya. Akibatnya anak kita akan tidak suka atau takut dengan figure dokter atau figure pak polisi, yang sebenarnya tindakan ini sangat keliru sekali, karena kita akan sering berhubungan dengan dokter ketika anak kita sakit, akibatnya, bila anak kita sakit betulan, dan saatnya akan membawanya ke dokter, maka si anak akan segera menolaknya dengan berbagai cara.
Apa yang sebaiknya kita lakukan ?
Berkatalah jujur dan berikan pengertian pada si anak, seperti kita memberikan pengertian pada oarng dewasa, karena sesungguhnya anak anak juga mampu berpikir dewasa. Seharusnya yang kita lakukan adalah, Adik jangan menangis terus ya, kalau adik menangis terus nanti suara adik akan hilang, karena tenggorokan adik sakit, kalau tenggorokan adik sakit, adik tidak bisa memakan makanan kesukaan adik”.
6. Selalu memberi hadiah untuk perilaku yang buruk
Sering kali kita selaku orang tua tidak konsisten terhadap anak kita, bila hal ini terjadi, tanpa disadari kita telah mengajarkan anak kita untuk melawan kita. Seperti contoh, saat kita mengajak jalan jalan di sebuah pertokoan, tiba tiba si anak menginginkan mainan yang dilihatnya di toko yang kita lalui, saat itu kita melarangnya, dengan ucapan,” Adik, kan adik sudah punya mainan itu, kenapa harus membelinya lagi ?”. Namun si anak tidak mau mengerti, yang ia inginkan adalah semua keinginannya dikabulkan oleh orang tuanya, maka ia mulai menyusun siasat dengan berbagai cara untuk mendapatkan keinginannya itu, seperti dengan cara merengek terus hingga menangis, bila tidak dituruti maka ia akan menagis dengan suara yang lebih keras lagi, akibatnya kita orang tua menjadi terpojok, dari pada malu dengan orang orang sekitar, maka kita mengucapkan,”Iya iya…beli sana, tapi hanya satu saja ya, yang lain tidak boleh !”.
Analisanya : Inilah yang dimaksud dengan memberikan hadiah untuk perilaku buruk anak kita, akibatnya bila kita membiarkannya terus terjadi, ini akan menjadi senjata buat si anak, setiap saat kita mengajaknya jalan jalan ke pertokoan.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Sebaiknya kita tetap berlaku konsisten terhadap anak kita, tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang ‘tegaan’ atau ‘kikir’, Ingatlah selalu, bahwa kita sedang mendidik anak, sekali kita konsisten, maka si anak tak akan pernah mencobanya lagi.
Sebaiknya kita mengucapkan,”Adik…kan adik sudah punya banyak mainan di rumah, lebih baik uangnya kita tabung saja, kan bisa untuk membeli keperluan adik yang lain, kan sebentar lagi kita lebaran, apa adik tidak mau beli baju lebaran yang baru seperti teman teman adik ?”
Nah inilah sebagian dari kebiasaan kebiasaan para orang tua yang kadang tidak disadari, akan berpengaruh buruk pada perkembangan mental anak anak kita.
Sebenarnya masih banyak ulasan ulasan lain yang berkaitan dengan kebiasaan kebiasaan para orang tua ini dalam mendidik anak anak kita, namun akan saya lanjutkan pada kesempatan mendatang dalam serangkaian tulisan saya ini, dalam artikel seri pendidikan anak.
Semoga saja apa yang saya tuangkan dalam tulisan ini dapat diambil manfaatnya, saya sangat berharap perkembangan jiwa/mental dan fisik anak anak kita akan menjadi sangat baik, dan nantinya generasi mendatang yang akan menggantikan kita, akan menjadi generasi yang tangguh, sehingga bangsa ini akan semakin tangguh dan semakin besar dan maju.
Saya masih belum bisa disebut orang tua..tapi setidaknya dgn artikel tersebut sedikit memberikan masukan apa yg harus saya lakukan ketika sudah pnya anak..


Love, Nianio 

Minggu, 13 Maret 2011

Tuhan.. Hapus Sedih ini...

Beberapa hari ini, q bener-bener mengalami kejenuhan..
kebosanan..kelelahan..keputus asaan..
capek rasanya harus cemberut, harus emosi, harus sedih mulu..
mungkin kesabaran itu hilang dalam beberapa hari ini..
semuanya sampe jadi korban keruwetanku..maap ya kawan..
semuanya ini punya sebab, tapi aku menutupi itu karna hanya akan membuat kalian tertawa..
biar aku selesaikan mood ga jelasq ini sendiri..
kadang q bingung, hal apa yg bisa membuatku semangat lg?
apapun itu q sangat menginginkanya..
beberapa bulan yg lalu saat jenuh diluar pasti ada yg hibur q drmh..dy slalu memberikan daya tarik tersendiri dlam kehidupanku..
orang lain ga akan mengerti n memahami..
saat ini q sangat merindukanya, berharap bertemu n meluapkan sedih gundahku di hadapanya..

in memoriam..






Cipuz..
meeooongggg...
ayo temenin bu2k bareng... :(


Kamis, 10 Maret 2011

Memories in the House of Sampoerna

Just share aja nih ya..
kemaren q dapat tugas ngliput pameran seni lukis di house of Sampoerna Sby...
Letih sebenernya tapi tetep berangkat dengan perasaan happy..
panas terik matahari sekitar jam 2 siang arah jimerto sampe belakang JMP q terjang juga..
setelah sampe tengak tengok kanan kiri banyak media dari surat kabar n berita online lainya..
masuuuuuk...ke tempat pameran, pertama yg ada di pikiranku..waaaduh ini cm ada pameran lukisan aja,padahal ga seneng blaz q ma lukisan, ga ada salut2nya..weekz..
q suka liat konser aja dr pda lukisan..hehe..

1 jam menunggu press conference dgn si pelukis Mr. John Van Der Sterren sambil liat2 n narsis di depan lukisan2 itu ada 3 fotografer memintaku jd model..
(nih orang nghina apa gmn? uda tw diriku cilik masih aja dpampang)
dag*dig*dug dah..

selesai berfoto2 lanjutkan ke acara inti, ada orang bule untungnya bisa bahasa indonesia..
jadine gag bingung nulis beritanya..
1 jam kemudian pulang...cabut kembali ke kantor dengan perasaan senang n capek..

for photo..
Cekidoot*Kejeedooott!!!!
" Lukisan ini lucu ya...padahal cuma action aja sambil senyum.."
" Walau sibuk masih menyempatkan sms sygQ nih..( yanx jgn nkal ya..) "



" Narsis with Fotografer Jawa Pos"



" Wahaaaa..ternyata ada penampakan di belakang, hihi..."


" Pliz deh biasa aja, g pnah liat artis liat lukisan nih.."


" Ga usa rebutan..santai saja motretnya..nanti bayar di kasir 1 jepretan 5rb ya!!!"


" Waaaah ada mbah pi..onok opo gambare di tunjuk gitu??"


" Persiapan sebelum Press Con"

" Klo di kasi mobil ini saya mau deh..mo ajak emak jalan2 keliling suroboyo"



" Finish...1 kali foto sebelum pulang"



Good Bye House of Sampoerna!!!!!!




Love, Nianio


Minggu, 06 Maret 2011

Bagaimana mengungkapkanya..

Andai aku bisa mengungkapkan segala perasaanku..
Melihat situasi ini semakin memburuk aku hanya bisa terdiam..
Banyak kata yang ingin aku sampaikan padanya tapi entah kenapa sulit..
“ kau asing bagiku”
Beberapa hari telah terlewati tanpa canda tawa, hanya ada kerinduan yang teramat besar dan tak bisa terungkapkan..
Saat kau ada dihadapanku, beri aku senyuman terindahmu..
Jangan hanya diam dan seolah tak mau menatapku..
Sebenarnya hanya kau laki-laki yang berarti di hidupku..
Laki-laki yang aku sayang dan yang aku tunggu dalam kebahagiaan hidup yang akan datang..
Saat ini kita sama2 sadar dan mengerti bahwa cinta itu tlah jauh..apa salahnya jika qt perbaiki segalanya..
Aku tak ingin hanya menunggu dan berfikir..
Aku inginkan segalanya ini kembali seperti dulu..


"Tuhan Kau Tahu"
Kau tahu mengapa
Percintaan ini
Kembali terjadi
Tuhan, s’moga ini menjadi
Suratan takdirku
Hidup bersamanya
Hingga maut memisahkan
Tuhan, s’moga ini terjadi

Reff :
Tuhan, Kau tahu
Cintaku t’lah jatuh kepadanya
Hati dan juga hidupku
T’lah kuserahkan kepadanya
Tuhan, Kau tahu
Ooh…

Kau tahu betapa
Ingin kujalani
Sisa hidup ini
Hanya dirinya di sisiku

Reff :
Tuhan, Kau tahu
Cintaku t’lah jatuh kepadanya
Hati dan juga hidupku
T’lah kuserahkan kepadanya
Tuhan, Kau tahu
Tuhan, Kau tahu
Ooh…
Hati dan juga hidupku
T’lah kuserahkan kepadanya
Tuhan, Kau tahu



Sabtu, 05 Maret 2011

Kapal Oh Kapal

 Kapal perang USS Germantown-42 milik Angkatan Laut Amerika Serikat 

Kagum...n bener2 kaya orang tolol..hehe
ini kapal gede banget toh ya...mana yang didalemnya orang2 bule kulit item n putih..
mirip yang di pilm2, bertato n so pasti gagah perkasa...
deg-deg an n ga pede pas disana ketemu pers dari Trans TV, Seputar Indonesia dll,,
ya ampun, mereka oke bgt si..Q pgn jadi kaya gitu..
pertama masuk liat penjagaan yg sangat2 ketat, dgn pedenya masuk di tanya ma petugas penjagaan dari angkatan darat " mau kemana mbak?" tanya pak tentara.
" kami reporter detik mau ngeliput pak.." 
bapak tentara :"ow ya mana KTPnya?"
busset pake ninggal KTP..
udah gitu dalem tas di periksa ama pihak angkatan laut uss..
pake bahasa londo , im ga faham..pokok tak buka aja nih tas..
setelah itu baru deh boleh masuk...
jujur pengen ajak foto bule2 disana tapi gmna ngomongnya takut..
hehe, jadinya q puas memandang megahnya kapal dari bawah..





ketika harus menahan letih dan bergaul dgn sesama reporter..

Liputan Perayaan Ogoh-Ogoh di Pura Segara Kenjeran..
04 Maret 2011














Ternyata asik juga jd Reporter..bs jalan2..akses masuk k tempat acara bebas..
tau banyak hal dan yg pasti akan banyak kenalan rekan-rekan pers..
hari ke 4 yang udah q rasakan fantastic...

Jumat, 04 Maret 2011

Maaf Aku Egois

Semalam situasi yang tidak aku kehendaki terjadi..
ada yg lagi berdemo perasaanya dan aku tidak bisa memberikan jawaban terbaiku..
serasa kecewa n smua sia-sia, dibatas ketidakmampuanku membagi waktu..membuat perhatianku padanya berkurang..
aku sadar, aku memang seperti ini, egois dan tak mau mendengar keluh kesahmu..tapi aku sadar syg..
sekali lagi aku sadar!!!
jujur aku ingin meluangkan waktu walau hanya sebentar bersamamu..
wlaupun dalam kenyataanya aku hanya bisa memberikan pesan singkat n panggilan sesaat..
setidaknya aku bisa tau apa yg sedang kau lakukan..
sementara aku menyelesaikan semua, maaf aku hanya bisa memberimu perhatian singkat..
Datanglah sayang dan biarkan ku berbaring
Di pelukanmu walaupun tuk sejenak
Usaplah dahiku dan kan kukatakan semua
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
Rasakan resahku dan buat aku tersenyum
Dengan canda tawamu walaupun tuk sekejap
Karna hanya engkaulah yang sanggupkatakan aku
Karna engkaulah satu-satunya untukku
Dan pastikan kita selalu bersama
Karna dirimulah yang sanggup mengerti aku
Dalam susah ataupun senang
Dapatkah engkau s'lalu menjagaku
Dan mampukah engkau mempertahankanku
Bila kulelah tetaplah disini
Jangan tinggalkan aku sendiri
Bila kumarah biarkanku bersandar
Jangan kau pergi untuk menghindar
saat sendiri medengarkan sebuah lagu ini malah ngenes jadinya..seperti pas banget lagunya ya..
sediiiih.. :(
semoga kamu mengerti EcutzQ..
q bakal berusaha memperbaiki semua..














love, nianio

Aku seorang Mahasiswa,Operator,Reporter...

Hai...hai..hai...

Beberapa hari ini hidupku kaya benang kusut. kata lain " RUWET"...kalo di kasi theme song yg paling pas lague smash tuh, " KakiQ cenat-cenut.."
Awalnya antusias,pas jalanin ancuuur semua..Mau ungkapin keluh kesah dimana n disiapa..
24 jam tidak terasa,dan keluh kesahpun menambah..
yah..inilah hidup, 
Ketika Q jadi Mahasiswa,mengeluh kuliah kok gini2 aja g ada asiknya, pas tugas menumpuk baruu deh bete..
Ketika Q jadi Operator..mengeluh Bosen n Bete pas ada client Resek..
Ketika Q jd Reporter..mengeluh Capek, Ga bs mikir, harus bolak balik dr 1 tempat ke tempat lain..
Trus enaknya jadi apo??
Belom lg ya klo mengeluh jadi istri..hehe
Aku percaya semua ini pasti ada hikmah..
Tuhan membuat hidupku sebegitu ruwet pasti jg punya rencana..
namun, ketidakmampuanku mengatur waktu yang semakin cepat mengejar hari-hariku membuatku berteriak..
""AAAAAAMMPUUNN!!!"""
Sebentar lg kuliah 4 tahun selesai, itupun klo kitab skripsi uda beres
kerja jg uda 8bln mau ku akhiri menunggu ijasah 
magang kurang 26 hari 
sooo...
SEMANGAT!!! 5 Tahun kedepan saat2 seperti ini bisa jd kenangan terindah..


love,nianio